11 Maret 2016

Waspadai Jajanan Anak Di Sekolah Bekas Makanan Kadaluarsa

[Iklan Sponsor oleh Google]
jajanan_anak_kadaluarsa
Usaha untuk berjualan snack atau jajanan untuk anak di di sekolah memang sangat menggiurkan. Hal itu karena potensi lakunya yang lebih mudah di prediksi ketimbang
berjualan di tempat lain. Terlebih untuk anak-anak yang masih duduk di bangku PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar (SD). Asalkan rupa dari jajanan tersebut unik dan terdiri dari berbagai macam warna tentu itu akan disukai oleh mereka.

Terlepas dari semua itu ternyata tak jarang di temukan fakta dan sudah sering juga di beritakan di media-media seperti televisi, diantara aneka jajanan anak di sekolah mengandung bahan atau zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan yang memakannya.

Diantara bahan berbahaya yang terdapat dalam jajanan tersebut yang paling banyak adalah seperti borak, formalin (pengawet), siklamat (sejenis pemanis kimia buatan), metanil kuning, rodamin B (pewarna tekstil), dll. Alasan mengapa mereka menggunakan rodamin B untuk mewarnai kue diantaranya karena harga yang murah dan juga agar penampilkan kue lebih menarik di mata anak-anak.

Bahkan pernah diberitakan pada sekitar bulan oktober tahun lalu Dinas Kesehatan dari Pemerintahan di Kota Depok - Jawa Barat, melakukan pengujian laboratorium terhadap ratusan sampel jenis makanan jajanan anak di sekolah yang diambil dari 33 SD.  Dari hasil uji laboratorium tersebut ada 13 sampel yang bermasalah. 10 dari jenis sampel makanan tersebut terbukti mengandung bakteri ecoly dan  3 lainya mengandung zat siklamat yang berlebih.

Sedangkan lain lagi mengenai yang satu ini, "jajanan snack anak berbahaya di sekolah yang ternyata terbuat dari bekas makanan yang sudah expired atau kadaluarsa".

Jadi begini, saya pernah mendapat bocoran dari salah satu seseorang tentang cara pembuatan snack dari pengemasan ulang makanan yang sudah kadaluarsa. Lalu seperti apa sebenarnya proses pengemasan ulang snack tersebut.

Snack tersebut adalah sejenis mi kering yang sudah di hancurkan yang bisa langsung dimakan atau siap santap layaknya kerupuk. Snack tersebut dibuat dari sisa-sisa Mie Instant yang tidak terjual di pasaran yang oleh mereka di beli kemudian di remukan hingga kecil-kecil dengan tambahan racikan bumbu agar menjadi lebih gurih dan enak di lidah. Setelah itu merekapun mengemasnya ke dalam rentengan bungkus-bungkus plastik berukuran kecil. Dalam kemasan tersebut juga tidak tercantum alamat detail tempat produksinya, namun hanya nanya kota kabupatennya saja.

Ini tidaklah dilakukan oleh perusahaan besar, namun hanya sebatas home industri atau industri rumahan saja dengan hasil produksi yang hanya sedikit yang pengerjaannyapun tidak rutin. Karena Mie Instan kadaluarsa tidak selalu ada dan tersedia di pasaran. Jadi dengan kata lain, jika tidak ada mie instan kadaluarsa yang bisa mereka dapatkan merekapun tidak berproduksi.

.


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika komentar anda belum juga saya tampilkan, kemungkinan karena hal-hal sebagai berikut:

- Pertanyaan yang anda ajukan sudah pernah di tanyakan oleh penanya yang lain dan sudah saya tampilkan.

- Pertanyaan yang anda ajukan tidak ada relevansinya sama sekali dengan topik artikel yang sudah saya tulis diatas.

NB: Komentar SPAM akan langsung saya hapus untuk selamanya.

.
.