8 Januari 2016

Efek Makan Sate Dan Makanan Yang Di Bakar & Di Panggang

[Iklan Sponsor oleh Google]
menu_sate_madu
gambar sate yang lezat
Benarkah ada dampak negatif berbahaya dan resiko penyakit kanker di dalam salah satu makanan lezat ini?. Aneka menu masakan yang di bakar dan di panggang adalah sesuatu yang sangat populer di Indonesia.
Terlebih lagi dengan yang namanya sate, entah itu sate ayam, sate kambing atau jenis-jenis daging yang lainya. Jika di nilai dari segi rasa, memang sate sangat lezat, menggoda, dan mampu membuat lidah bergoyang bagi siapa saja yang memakannya.

Bagaimana tidak, adanya perpaduan beserta berbagai macam racikan bumbu-bumbu yang begitu harum. Yang kemudian di tusuk dilumuri dengan mentega, madu, kecap, dan lain-lain yang semakin membuat tampilannya semakin gurih dan lezat.

Hingga saat ini informasi kesehatan di internet tentang makanan ini memang tidak terlalu banyak. Bahkan dari situs-situs yang di kelola oleh para ikatan dokter di Indonesia sekalipun. Kenapa makan sate atau makan makanan yang di bakar dan di panggang lainya mempunyai efek yang tidak baik bagi kesehatan? terutama bagi kesehatan ibu hamil.

Menurut dari para ahli dari berbagai sumber, makanan yang di proses dengan cara dibakar (terutama daging) maka cara ini akan mengubah struktur protein dari daging tersebut. Seperti yang sudah di tuliskan oleh dua orang dokter yaitu Dr. Widya Murni dan Dr. Phaidon di dalam buku yang berjudul Rahasia Terkini Sehat Awet Muda, bahwa memasak makanan yang melalui proses dibakar sampai gosong akan mampu mengubah struktur protein & DNA atau inti sel bahan bakar yang sedang dibakar tersebut. Dengan demikian DNA/inti sel dari bahan bakarnya, yakni kayu bakar/arang itu. Jika DNA bahan bakar itu meresap ke dalam dagingnya, maka pada bagian yang gosong dan sudah terbakar itu berbahaya apabila dikonsumsi karena sudah mengandung zat yang mempunyai resiko penyakit kanker (karsinogen).

Salah satu penyebab yang menyebabkan rubahnya struktur protein tersebut adalah karena paparan temperatur suhu yang sangat tinggi pada proses masak tersebut. Dan salah satu tips untuk mengurangi dampak dan resiko tidak baik tersebut disarankan agar ketika menyantap makanan tersebut dibarengi juga dengan sayur-sayuran  dan buah-buahan segar yang mengandung antioksidan tinggi. Dan usahakanlah agar jangan terlalu sering mekanan menu makanan tersebut.

Referensi dari berbagai sumber.

.


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika komentar anda belum juga saya tampilkan, kemungkinan karena hal-hal sebagai berikut:

- Pertanyaan yang anda ajukan sudah pernah di tanyakan oleh penanya yang lain dan sudah saya tampilkan.

- Pertanyaan yang anda ajukan tidak ada relevansinya sama sekali dengan topik artikel yang sudah saya tulis diatas.

NB: Komentar SPAM akan langsung saya hapus untuk selamanya.

.
.