22 Desember 2015

Mitos Pantangan Makanan Disaat Luka

[Iklan Sponsor oleh Google]
mitos_pantangan_makanan
Di Indonesia banyak sekali mitos-mitos atau tahayul yang tidak benar yang tumbuh subur dan beredar di kalangan masyarakat, diantaranya adalah mitos tentang larangan agar tidak memakan makanan yang amis dan berminyak seperti ikan, telor, dan daging
terhadap orang yang sedang terkena atau ada luka pada kulit ataupun bagian dalam tubuhnya. Baca juga mitos sakit tenggorokan. Dalam hal ini saya juga pernah mempunyai pengalaman ketika saya menjaga salah satu saudara saya setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Pertamina Cilacap Jawa Tengah.

Setelah seminggu setelah proses operasi sekitar 12 jahitan bagian perut pasien tersebut (saudara saya) sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun karena kesalahan posisi disaat sedang tidur, jahitan pada bekas operasinya ada yang terkoyak dan mengharuskan di bawa lagi kerumah sakit lagi.

Setelah sekitar sehari dirawart di rumah sakit oleh salah seorang perawat (suster) ditanya. "Ibu, sewaktu di rumah kemarin ibu ini makannya apa aja?" tanya si perawat. Kemudian si pasien menjawab "saya cuma makan nasi sama sayur bening yang dimasak tanpa minyak sedikitpun sus" Lalu suster pun bertanya lagi dengan penuh rasa keheranan. "Apa?!!! kenapa bisa begitu Ibu?" kata si perawat. "Karena kata orang-orang katanya kalau sedang ada luka di tubuh ga boleh makan makanan yang amis-amis, berlemak, dan berminyak supaya lukanya cepet sembuh dan kering". Jawab si pasien. Kemudian suster pun berkata lagi "Ibu, itu mitos dan anggapan yang keliru dan salah besar bu! dan terbaik dari fakta yang sesungguhnya!". Karena disaat ditubuh kita sedang terdapat luka, maka kita sangat memerlukan protein yang sangat di butuhkan oleh sel-sel pembangun di tubuh kita untuk mempercepat proses penyebuhan luka. Nah, kandungan protein yang tinggi dan diperlukan kebanyakan terdapat di ikan, telur dan daging". kata si perawat.

Lalu setelah percakapan dengan salah seorang perawat tadi tentang pentingnya protein tinggipada proses penyebuhan luka, si pasien pun sekarang mulai mengerti bahwa larangan dan pantangan makanan amis untuk orang yang sedang ada luka di tubuhnya hanya mitos palsu belaka yang sama sekali tidak ada kebenaranya. Kecuali jika pada orang tersebut memang terdapat suatu alergi jika mengkonsumsi salah satu dari jenis makanan yang bisa menimbulkan alergi maka seharusnya memang tidak boleh untuk memakanya. Misalnya orang tersebut alergi udang, ikan, kerang, sea food, dll maka harus di hindari makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut. Adapun terhadap orang yang tidak mempunyai riwayat alergi makanan apapun, maka diperbolehkan menyantap makanan apa saja.

Setelah kejadian itu juga kemudian dari pihak dokter dan perawat menyarankan menggunakan albumin yaitu sejenis protein yang di masukan secara infus untuk mempercepat proses penyebuhanya. Jadi mulai sekarang kita harus membenarkan kepada orang-orang terdekat disekitar tentang mitos yang tidak benar ini.  Dulu ketika saya sehabis di sunat, saya disuruh oleh orang tua saya agar memakan makanan yang tidak amis dan tidak berminyak,tapi secara sembunyi-sembunyi sayapun memakanya. Dan ternyata itu memang tidaklah mengapa. Jadi, mulai sekarang janganlah percaya kepada mitos dan tahayul sebelum tahu kebenaranya dari sisi ilmiah dan penelitian secara klinis yang dilakukan oleh para ahli dibidang kesehatan.

.


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika komentar anda belum juga saya tampilkan, kemungkinan karena hal-hal sebagai berikut:

- Pertanyaan yang anda ajukan sudah pernah di tanyakan oleh penanya yang lain dan sudah saya tampilkan.

- Pertanyaan yang anda ajukan tidak ada relevansinya sama sekali dengan topik artikel yang sudah saya tulis diatas.

NB: Komentar SPAM akan langsung saya hapus untuk selamanya.

.
.